20 Januari 2012

Hadiah Hari Lahir

;Rendy
Hari ini, 19 Januari 2012, hari lahir dirimu. Aku masih saja belum bisa melakukan apa yang aku inginkan. Hadiah hari lahir ini, masih diam di dalam tas kertas dari Jogja waktu itu. Sungguh aku merasa tidak ada kesempatan untukku menyampaikan hadiah ini atau bahkan hanya untuk mengucapkan selamat pada dirimu. Aku juga tidak mengucapkannya di wall fb mu. Maaf Kak. Tapi memangnya siapa aku? Mungkin bagimu aku bukan apa-apa, tak penting juga memikirkan apakah aku mengucapkan sebuah kalimat ‘selamat hari lahir’ pada dirimu atau tidak. Aku harus tak diketahui. Aku harus diam dan sendiri. Karena kau tidak boleh tahu ;Siapa aku, ada apa hatiku.
Teruslah menjadi ‘Your better self’ dan genggam semua mimpi-mimpi masa depan. Sedang aku masih harus lebih banyak berdoa agar aku bisa menyelinap dalam ceritamu dalam wujud sebuah hadiah hari lahirmu. Biarlah aku terus menyembunyikan sebenarku, karena pada akhirnya kau pun akan tahu, tentu jika Allah menghendaki.
Kak, Cuma bisa diriku ucapkan di dunia buatanku ini, Selamat Hari Lahir, Kak Rendy”, aku tidak mengharapkan apapun dari dirimu. Hanya saja dari awal aku sudah menyiapkan sesuatu sebagai ‘Gift of Your Special Day’, jadi bukankah aku harus memberikannya padamu? Aku jadi bingung sendiri, pikiranku bersikeras bahwa ini bukan pernyataan cinta, tapi sesuatu di ruang paling dalam dari diriku terus menyodoriku pertanyaan, “Lalu apa? Lalu apa?”
Maaf hati kecil, aku tidak bisa menjawab. Terlalu rumit sebuah rasa terukir di diriku yang harus kuceritakan.
Oke, Kak Rendy, selamat berjuang karena sebentar lagi dirimu akan melaksanakan UN karena semua orang yang menyayangimu berkata kau harus lulus. Aku pun masih berjuang, Kak, untuk membuat sebuah hadiah hari lahir yang tidak bagus ini bisa sampai di tanganmu tanpa perlu kau tahu siapa aku.
Sekali lagi, “Selamat Hari Lahir, Kak Rendy”..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

>>Tinggalkan jejak.. :)