18 Februari 2012

Januari Dalam Dirimu

Januari dalam dirimu
Saat aku mengintip dari balik tirai hari hujan
Dan petang
Saat aku menengadah pada semburat langit
Dan  bintang bergantungan

Kau mengayunkan suasana sewenang dengan januari
Naik turun. Lagi, naik. Turun.
Aku kesal. Kau berlarian dan tergelak
Entah berapa lama lagi januari akan tetap menyelinap
Di setengah perjalanan yang dipertemukan
;kita saling tersentak. menyadari entah apa

Aku terus menengadah dan kau mulai terengah
“kau masih memandangi Januariku?”
Sedang angin mulai membujukku menjauh
Dan bilang dirimu terlalu jauh

“Januari dalam dirimu,”
lalu diam dan menyerah
Seakan tak percaya. Kau menggeleng. Dan pergi
Begitulah januari dalam dirimu yang selalu kuingat
Kau pergi lagi dengan januari yang masih melekat serpihannya
Pada doaku
Pada puisiku


31 Januari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

>>Tinggalkan jejak.. :)