28 Juli 2012

Cemungud, cemungud! :)

Annyeong! Lama banget gak pernah tengok nih blog, sampe udah masuk Ramadhan. Jadi, selamat menjalankan ibadah puasa ya, buat yang menunaikan ^^.
Rasanya kangen deh, pengen nulis something about Korean, tapi lagi-lagi, kebentur kerjaan sana-sini. Ya, sebagai pelajar, juga sebagai organisatoris *ehm :D

Kelas XII ini tantangan makin banyak. Agaknya harus bener-bener serius "ber-Fighting" ria. Melawan kemalasan, melawan putus asa, dan melawan kegalauan *adaw! Setelah mengkhianati diri sendiri dengan hasil rapot yang nilainya pada turun gunung, di kelas XII ini aku punya komitmen untuk berubah. Yang kemarin kurang fokus, sekarang harus fokus. Yang kemarin kurang semangat, sekarang harus semangat. Yang kemarin kurang telat, sekarang harus telat *eh, andwaeee (gak ding..!). Jadi teringat komitmen 2 tahun lalu, ketika aku ikut seleksi pemilihan pengurus OSIS. Waktu itu diriku ini barusan pake seragam putih abu-abu. Istilanya masih innocent lah *halah! Aku lupa sih, pertanyaannya apa, tapi aku jawab gini nih:
"Prinsip saya simpel aja Kak. Intinya adalah harus siap. Kalo yang lain tidak tidak siap, maka saya harus siap. Kalo yang lain kurang siap, maka saya harus siap. Kalo yang lain siap, maka saya harus lebih siap. Dan, kalo yang lain lebih siap, maka saya harus menjadi orang tersiap diantara mereka yang lebih siap."

Duh.. namanya masih lugu yak, jadi asal bunyi aja tuh anak -_-"
Dikiranya gampang apa, jadi orang yang selalu siap unntuk ulangan tiap hari? Gampang apa, untuk selalu siap kalo dikasih amanah? Ternyata, sulit....banget, Sodara-sodara! Dua tahun serasa gak ada tanda-tanda telah terealisasinya prinsip "siap"ku. Merasa jadi pecundang? Ya, pasti. Apalagi menyadari bahwa ternyata nilaiku tetap anjlok walau belajar mati-matian menjelang ulangan. *yaiyalah.. orang Sistem Kebut Semalam! -_-"
Tapi aku mengerti sekarang, bahwa yang kita butuhkan bukan hanya punya prinsip. Bukan hanya mendadak rajin setelah waktu ujian mepet, bukan hanya otak, tapi perilaku terhadap guru-guru. Aku akui, gak mudah bagiku untuk ber"mesra-mesraan" dengan para guruku. Jadi, sekedar Say Hi kalo ketemu. Yang paling dibutuhkan adalah kemauan. Kemauan untuk berubah, kemauan untuk belajar.

Apakah sistem kebut semalam bisa dikategorikan sebagai bentuk kemauan belajar? Nggak. Nah, itulah kesalahan diriku dua tahun ini.
Tapi, lebih dari itu, hal paling pentingnya adalah memaafkan diri sendiri. Sebuah kaa maaf bisa membentuk suasana yang berbeda dari suasana saat membuat kesalahan. Maaf untuk diriku, dan bangkitlah! PTN idaman udah melambai-lambai tuh. Dan, dua buah kata unyu ini penting: "Cemungud, cemungud!" :)

3 komentar:

>>Tinggalkan jejak.. :)