5 September 2012

Teledor, Bullying, Pikun.. hm, apa lagi yak?

Setiap manusia pasti punya sisi keteledoran dengan level dan fase masing-masing. Tapi yang aku rasakan akhir-akhir ini adalah bahwa keteledoranku sudah memasuki fase pemantapan *hah?!
Yah, kalo bahasa kedokterannya sih, udah penyakit akut lah. Hiks, ada apa dengan diriku? T_T 
Parahnya, aku jadi mempunyai penyakit komplikasi lain. Pikun. #zzz Sampe aku dibilang nenek oleh sahabatku sendiri. Tega, ya.. :'( Jadi jangan heran kalo aku ditanya tentang sesuatu yang udah lewat, aku hanya menanggapi, "Entah, aku lupa,"

Hm, tapi masalah aku melupakan kejadian atau sesuatu yang udah lewat tuh sebenernya emang udah jadi kebiasaanku. Aku nggak terlalu suka mengingat-ngingat sesuatu, kecuali itu lumayan berpengaruh untukku. Yah, baik itu pengaruh bagus, atau pengaruh jelek. 
Aku jadi memikirkan pendapat banyak orang bahwa masa kecil tuh masa-masa paling indah dalam hidup. Aku nggak sepenuhnya setuju dengan hal itu, karena aku ditemani hantu-hantu dan ruang kelam selama melewati masa kecil. Masa kecil yang kumaksud di sini tuh masa-masa SD dulu. Entahlah, aku nggak bisa mengingat apa bahagianya ketika aku SD. Yang kuingat adalah bagaimana menderitanya menjadi seorang Kholilah kecil. 

Ya, aku dulu seorang korban bullying. Aku nggak habis pikir kenapa aku yang dipilih untuk jadi tumbal anak-anak nakal itu. Tapi tunggu. Aku memang jadi korban bullying, tapi bukan karena aku adalah the lowest profil di kelasku. Walaupun aku bersikeras melawan dan terlihat tegar di hadapan para pem-bullying itu *ciyee, tapi nyatanya aku menangis juga kalo sampe kamarku. Yah, itulah segelintir kenangan "Indah" yang telah ditorehkan anak-anak nakal di kelas SD ku dulu. Bagaimana pun, terimakasih telah mengajariku untuk terlihat tegar ketika ada masalah, dan hanya memecahkan tangisku ketika aku berada di tempat yang tak seorangpun tahu.

Jadi, menurut kesimpulan yang ku(paksa)buat sendiri, sifatku yang mudah melupakan itu sedikit banyak ada kaitannya dengan proses pem-bullying-ang yang dilakukan terhadap diriku kurang lebih 4 tahun lamanya (karena aku mulai tertekan waktu kelas 3 SD). Dan efek lainnya adalah, lebih mudah menyimpan dan mengingat kejadian menyakitkan bagiku daripada menyimpan dan mengingat kejadian menyenangkan. #ini mungkin salah satu pembawaan kodrat si melankolis -__-"

Seperti insiden(?) yang baru aja terjadi tadi siang. Aku yang lagi cepet-cepet minjem buku cetak di kelas sebelah, tiba-tiba kesandung entah bagaimana dan terjerembab #duh, bahasa gue amazing bgt-_- di jalan yang ada tanahnya. Itu kejadian cepet banget dan ajaibnya aku langsung lupa. Berasa nggak ada apa-apa gitu, padahal setelah kutelaah(malam ini), mungkin posisi badanku waktu itu adalah salah satu pose strategis untuk ditertawakan. Untungnya warga SMA ku udah pada masuk kelas, jadi cuma orang-orang tertentu aja yang beruntung(?) bisa melihat seorang Kholilah jatuh secara memalukan. Kejadian itu benar-benar nggak aku ingat, sampe akhirnya aku menemukan luka kecil banget di lututku. Baru deh, nyadar bahwa tadi siang habis jatuh XD

Ehm, udah ah. Sebenernya nih postingan gaje banget deh, aku aja bingung ini lagi bahas topik apaan *plak!
Dari Kholilah *as HyunLight, salam teledor! b(-.-)d

2 komentar:

  1. ralat.. aku panggil dirimu moyang..bukan nenek.. kalo mau ditambah nenek berarti nenek moyang.. -_-

    BalasHapus

>>Tinggalkan jejak.. :)