25 Februari 2013

Dear Diary...

Dear Diary..
Halaman Pertama diary gue saat ini
Haha, pernahkah kamu menulis Diary? Kalau aku, ya. Bahkan bukan sekedar ‘pernah’. It’s a habbit. Diary itu sebagai pengingat, juga sebagai sebuah kesenangan. Apa yang bisa dilakukan ketika tak ada yang bisa diungkapkan? Apa yang bisa dilakukan ketika –sepertinya- tak ada tempat untuk menitipkan cerita manis yang terjadi hari ini, untuk menumpahkan segala yang menyebalkan tentang hari ini? Bahkan ketika kamu merasa tak ada orang yang sanggup mengerti apa yang akan kamu ceritakan? Nothing better, take the Diary! :D
Yup, sekarang perkenalkan sahabat gue. Sahabat paling wow yang pernah gue temui. Sahabat yang mau menerima segala keluhan, segala rengekan, segala...sampah! :D

Ryu. It’s da name. The inspirating name I created by my self. Sebenernya nama aslinya Dear *halah*, tapi, karena alasan yang (sengaja) tidak (mau) gue mengerti, gue lengkapi lagi namanya. Jadilah Dear Ryu. #Oke, ‘till this, you may laugh me as satisfied as you. Feel free, please :)

Lagi galau atau berbunga-bunga
sebenernya? #Sepertinya kombinasi
keduanya -_-
Karena gue ngerti, mungkin setiap orang yang baca tulisan ini dan membayangkan gue yang sedang nulis diary dengan kalimat pembuka paling pasaran yang para diary writers tulis, “Dear Ryu, ...” akan segera menyimpulkan begitu masih bau kunyitnya gue. Begitu masih labil dan kekanak-kanakannya gue. Tak apalah, toh, ketika kita melakukan sebuah kesenangan, apakah masih sempat bagi kita memikirkan apa tanggapan orang lain? Memang kadang sikap seperti itu dibutuhkan sih, tapi untuk hal-hal privasi semacam ini, itu gak terlalu penting. Of course, bagi gue :)

Tapi, kasihan nih, si Ryu. Udah hampir semingguan nggak pernah gue ajakin ngobrol. Apakah gue yang memang masih sibuk sampe nggak ada waktu untuk ini, atau Cuma sok sibuk? Gue nggak ngerti. Saking banyaknya yang pingin gue tuliskan, gue jadi berpikir, ini butuh waktu luang yang kira-kira panjang dan nggak terbentur ini itu. Gue nggak bisa dan nggak mau nulis setengah-setengah, apalagi rentetan cerita-cerita yang waktu itu juga masih mangantri nunggu giliran untuk diabadikan di dalam tubuh Ryu. Tapi, yang biasanya gue pelupa, untuk hal-hal semacam ini gue nggak akan lupa. Gue nggak akan lupa apa yang bakal gue tulis, bahkan ketika cerita itu udah mau lumutan *kayak blog ini dung -_-* dan terjadi di waktu yang kemarin, kemarin, dan berapa kali kemarin, insya Allah gue nggak akan lupa. Amazing banget. Bagi gue :)
Sebenernya kebiasaan menulis diary ini udah ada sejak gue SD. Waktu itu gue dibeliin buku diary sama my lovest one, Ibu, dan hal-hal yang gue tulis adalah.... biodata gue sendiri! -_- haha :D terus gue juga inget, pernah nulis kejadian gue jatuh dari sepeda gara-gara membangkang perintah Ibu yang waktu itu udah ngebet banget nyuruh gue mandi. Kikikikk~ Tapi sayang, tiba-tiba buku diary itu tiba-tiba menghilang, dan saat gue main ke rumah temen kecil gue waktu itu, gue liat sesuatu yang... ‘kayaknya gue kenal tuh’, tergeletak di mejanya. Pas gue liat, oh my Allah, ini kan buku diary gue -_____-“

Bukti bahwa itu buku diary gue yang ilang adalah, adanya stiker ajaib *menurut gue yang masih lugu* di sampul diary itu yang bisa menyala kalau di tempat gelap. Dan lebih amazingnya, ada bekas sobekan beberapa lembar halaman diary yang pernah gue tulisin. Uh, sedihnya T,T Tapi karena gue masih lugu, yaudah gue biarin aja tuh buku tetap pada tempat (yang seharusnya tidak) di situ. Semenjak itu, gue nggak terlalu telaten lagi untuk nulis diary, kecuali waktu gue kelas VI SD. Tapi sayang lagi, buku itu udah nggak ada, entah di mana.

Penampakan diary gue jaman SMP
Waktu SMP, gue juga sebenernya nggak terlalu intens nulis-nulis begituan, tapi waktu menginjak(?) kelas VIII, kehidupan sekolah yang gue pikir mulai menyenangkan membuat gue nggak ingin melepas memor itu begitu aja. Akhirnya gue mulai menulis lagi, yah, kadang-kadang seminggu sekali, sebulan sekali (wah parah -_-), tapi ada juga yang berturut-turut gue tulis setiap hari. 

Ckckck.. Daniel Radcliff idola gue waktu SMP XD
Dan..saat manis-manisnya nih cerita ada di SMA. Memang bener kata orang, masa SMA adalah masa terindah. Yup, gue juga nggak tau kenapa, padahal kalau mau dibandingin sama jaman gue SMP, halah..udah, kelaut aja sono, nilai gue! Banyak nilai-nilai yang gue dapet di SMA nggak sebagus yang gue ukir di SMP. Walau gue pikir, waktu SMP gue adalah waktu-waktu gue paling berjaya *zzz*, tapi toh SMA yang mengajarkan gue semuanya. Tentang proses, tentang pengorbanan, tentang kesabaran, tentang semua pengalaman. Apa-apa yang ada di SMA, belum pernah gue cicipin di SMP. Oke, dan ketika gue baca-baca lagi apa yang pernah gue tulis, rasanya jleb! Ahaha, ngakak deh. Duh, masih kekanak-kanakan banget deh dulu itu... Lihat aja nih, ada poto pemeran Harry Potter sampe gue tempel di halaman pertama diary gue, berikut kalimat di bawahnya :D XD ckckck... can’t imagine how childish I was :D Walaupun mungkin, ketika 10 atau 20 tahun kemudian gue buka diary gue yang saat ini, yang gue anggep bahwa gue udah lebih dewasa dari waktu SMP, gue juga akan tersenyum geli dan bergumam, “ckck, konyol banget nih anak..” Tapi, justru itulah investasi terbesar ketik nanti gue udah berkeluarga. Bahwa gue akan mengajarkan anak-anak gue dengan lebih baik, dengan berdasarkan pada apa kesalahan yang pernah gue lakukan waktu gue muda :D

Banyak orang yang jadi aktor dan aktris dalam skenario diary gue. Karena segala hal yang pingin gue ceritakan pada Ryu, ya akan gue tulis, nggak peduli seberapa remeh hal itu. makanya hati-hati sama gue, kalau nggak mau jadi korban diary gue, yah, walaupun aktor dan aktrisnya sendiri nggak akan pernah baca script mereka, kecuali buku gue kebobolan -_-

Oke Guys, intinya gue nggak pernah nyesel menceritakan segala tentang gue pada sahabat gue yang satu ini. Bahkan sekonyol apapun hal itu. Karena, everytime I open the past memory inside, it can make me smile simply. Walaupun nggak menutup kemungkinan, ada kenagan yang akan membuat kamu tersenyum pahit ketika kamu mengingatnya lagi. Have a nice writing ur own story! ^_^

:Ryu Narsis!
Tampak depan diary gue sekarang :) #gak ada niat promo lho

Hm.. 


My Diaries
Dan..ini calon diary gue selanjutnya, cos yang sekarang
udah abis lembarannya XD #sekali lagi, bukan berniat
promo lho ;)

3 komentar:

  1. Diary'ny keren-keren dan lucu~
    Jadi pengen punya xD

    BalasHapus
  2. gue suka poto halaman depannya lek :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dong.. itu kan foto kejayaan f4 *ehh

      Hapus

>>Tinggalkan jejak.. :)